Bagi mahasiswa S2, dosen, dan peneliti, publikasi artikel jurnal sering jadi syarat yang tidak bisa ditawar: syarat lulus, syarat kenaikan jabatan fungsional, atau syarat hibah. Masalahnya, banyak naskah yang sebenarnya isinya bagus justru tertolak karena hal teknis: salah memilih jurnal, tidak mengikuti template, atau tidak siap menghadapi proses review.

Panduan ini merangkum seluruh perjalanan sebuah naskah, dari memahami peringkat jurnal sampai artikel benar-benar terbit.

Mengenal SINTA dan Scopus

SINTA (Science and Technology Index) adalah portal pengindeks milik Kementerian yang mengelola pendidikan tinggi dan riset di Indonesia. Jurnal nasional yang sudah terakreditasi dikelompokkan ke dalam enam peringkat, dari SINTA 1 (tertinggi) sampai SINTA 6.

Scopus adalah basis data sitasi internasional milik Elsevier. Jurnal yang terindeks Scopus umumnya dikelompokkan ke dalam kuartil Q1 sampai Q4 berdasarkan peringkat SJR (Scimago Journal Rank) di bidang ilmunya. Q1 berarti jurnal berada di 25% teratas bidangnya.

PeringkatGambaran umumCocok untuk
SINTA 5–6Jurnal terakreditasi tahap awal, proses relatif lebih cepatPublikasi pertama, syarat lulus S1
SINTA 3–4Seleksi lebih ketat, reviewer lebih kritisSyarat lulus S2, publikasi dosen
SINTA 1–2Jurnal nasional unggulan, standar penulisan tinggiDosen, peneliti, syarat jabatan
Scopus Q3–Q4Jurnal internasional bereputasi, umumnya berbahasa InggrisSyarat S3, jabatan lektor kepala
Scopus Q1–Q2Jurnal internasional papan atas, tingkat penolakan tinggiPeneliti dengan data dan kebaruan kuat

Peringkat jurnal bisa berubah setiap periode evaluasi. Selalu cek status terbaru di laman resmi SINTA, Scopus, atau Scimago sebelum memutuskan mengirim naskah.

Cara memilih jurnal yang tepat

Kesalahan paling umum adalah mengejar peringkat tertinggi tanpa melihat kecocokan topik. Editor jurnal biasanya langsung menolak naskah yang di luar cakupan (desk rejection), sebagus apa pun isinya. Gunakan daftar periksa berikut:

  1. Cocokkan scope. Baca bagian Focus and Scope di laman jurnal. Topik Anda harus masuk secara eksplisit, bukan sekadar "agak mirip".
  2. Lihat artikel yang sudah terbit. Kalau dua-tiga terbitan terakhir tidak ada yang serupa dengan metode atau topik Anda, itu sinyal untuk mencari jurnal lain.
  3. Cek jadwal terbit. Jurnal yang terbit dua kali setahun dengan antrean panjang bisa membuat naskah baru terbit berbulan-bulan kemudian. Sesuaikan dengan tenggat Anda.
  4. Pahami biaya. Sebagian jurnal mengenakan biaya pemrosesan artikel (APC), sebagian gratis. Informasinya biasanya ada di Author Guidelines atau Author Fees.
  5. Periksa bahasa. Beberapa jurnal SINTA menerima bahasa Indonesia, sebagian mewajibkan bahasa Inggris.

Struktur naskah: format IMRaD

Hampir semua jurnal ilmiah memakai pola IMRaD: Introduction, Methods, Results, and Discussion. Berikut isi yang diharapkan reviewer di setiap bagian.

Judul dan abstrak

Judul sebaiknya spesifik dan memuat variabel atau fenomena utama. Abstrak umumnya 150–250 kata, berisi tujuan, metode, temuan utama, dan implikasi. Banyak editor memutuskan lanjut atau tidaknya sebuah naskah hanya dari abstrak.

Pendahuluan

Pendahuluan yang kuat bergerak dari masalah umum, ke celah penelitian (research gap), lalu ke tujuan penelitian. Tunjukkan dengan jelas apa yang belum diteliti orang lain dan mengapa penelitian Anda penting. Bagian inilah tempat kebaruan (novelty) ditegaskan.

Metode

Tulis cukup rinci agar peneliti lain bisa mengulang penelitian Anda: desain, populasi dan sampel, instrumen, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis. Hindari menjelaskan teori metode panjang lebar seperti di skripsi.

Hasil dan pembahasan

Sajikan hasil secara ringkas dengan tabel atau grafik, lalu bahas maknanya. Pembahasan yang baik selalu membandingkan temuan Anda dengan penelitian terdahulu: apakah sejalan, bertentangan, dan mengapa.

Simpulan dan referensi

Simpulan menjawab tujuan penelitian, bukan mengulang hasil. Untuk referensi, banyak jurnal meminta mayoritas rujukan berasal dari artikel jurnal terbitan beberapa tahun terakhir. Gunakan aplikasi manajemen referensi seperti Mendeley agar gaya sitasi konsisten.

Proses submit sampai terbit

Sebagian besar jurnal di Indonesia memakai sistem OJS (Open Journal Systems). Alurnya kurang lebih sama:

  1. Registrasi dan submit. Buat akun penulis di laman jurnal, unggah naskah sesuai template, isi metadata (judul, abstrak, kata kunci, data penulis).
  2. Pemeriksaan awal editor. Editor mengecek kesesuaian scope, format, dan tingkat kemiripan (similarity). Di tahap ini naskah bisa langsung ditolak atau dikembalikan untuk diperbaiki formatnya.
  3. Peer review. Naskah dikirim ke satu sampai tiga reviewer, biasanya secara blind. Lama tahap ini sangat bervariasi, dari beberapa minggu hingga beberapa bulan.
  4. Keputusan. Hasilnya bisa accept, minor revision, major revision, atau reject.
  5. Revisi. Perbaiki naskah sesuai catatan dan sertakan tabel tanggapan (response to reviewers) yang menjelaskan setiap perubahan.
  6. Accepted, copyediting, dan terbit. Setelah diterima, naskah masuk tahap penyuntingan dan tata letak sebelum diterbitkan dalam edisi tertentu.

Cara menghadapi catatan reviewer

Revisi adalah bagian normal dari publikasi, bukan tanda naskah Anda buruk. Beberapa prinsip yang membantu:

  • Tanggapi setiap poin, sekecil apa pun, dalam tabel tanggapan.
  • Tandai perubahan di naskah (warna atau track changes) agar reviewer mudah memeriksa.
  • Kalau tidak setuju dengan reviewer, jelaskan alasannya dengan sopan dan sertakan rujukan pendukung.
  • Kirim revisi sebelum tenggat. Melewati tenggat bisa membuat naskah dianggap ditarik.

Waspada jurnal predator

Jurnal predator menarik biaya publikasi tanpa proses review yang layak. Artikel yang terbit di sana bisa tidak diakui untuk keperluan akademik. Ciri-ciri yang perlu diwaspadai:

  • Menjanjikan terbit dalam hitungan hari dengan jaminan diterima.
  • Mengirim undangan menulis lewat email massal dengan bahasa berlebihan.
  • Scope sangat luas, misalnya menerima semua bidang ilmu sekaligus.
  • Mengaku terindeks Scopus atau SINTA, tetapi namanya tidak ditemukan di laman resmi pengindeks.
  • Judul dan tampilan laman mirip jurnal terkenal (hijacked journal).

Cara paling aman: cari nama jurnal langsung di sinta.kemdiktisaintek.go.id atau scopus.com, lalu pastikan alamat laman yang Anda gunakan sama dengan yang tercantum di sana.

Ringkasan

Publikasi yang lancar dimulai dari pemilihan jurnal yang sesuai scope, naskah yang rapi mengikuti IMRaD dan template jurnal, serta kesiapan merespons reviewer. Kalau Anda masih di tahap ide atau sudah punya data tetapi belum sempat menuliskannya, artikel cara mengubah skripsi menjadi artikel jurnal dan panduan olah data penelitian bisa menjadi langkah berikutnya.