Skripsi atau tesis yang sudah lulus sidang adalah bahan publikasi yang berharga. Datanya sudah ada, analisisnya sudah diuji, dan pembahasannya sudah dikoreksi pembimbing. Sayangnya, banyak yang mengirim skripsi ke jurnal hanya dengan memotong halaman, lalu heran mengapa langsung ditolak.

Artikel jurnal bukan versi pendek skripsi. Keduanya punya tujuan dan gaya yang berbeda. Berikut cara mengubahnya dengan benar.

Perbedaan skripsi dan artikel jurnal

AspekSkripsi / tesisArtikel jurnal
TujuanMembuktikan kemampuan meneliti kepada pengujiMenyampaikan temuan baru kepada komunitas ilmiah
PanjangPuluhan sampai ratusan halamanUmumnya sekitar 4.000–8.000 kata, sesuai ketentuan jurnal
StrukturBab 1–5IMRaD: pendahuluan, metode, hasil, pembahasan
TeoriBab tersendiri yang panjangDilebur ringkas ke pendahuluan atau subbab singkat
MetodeMenjelaskan teori metode secara rinciLangsung ke apa yang dilakukan, padat
FokusSemua rumusan masalah dibahasSatu atau dua temuan paling kuat

Tujuh langkah konversi

1. Tentukan jurnal tujuan lebih dulu

Jangan menulis dulu baru mencari jurnal. Unduh template dan baca Author Guidelines jurnal tujuan sebelum mulai, karena batas kata, gaya sitasi, dan struktur subbab berbeda-beda. Panduan memilih jurnal ada di panduan publikasi jurnal SINTA dan Scopus.

2. Pilih temuan paling kuat

Skripsi dengan lima rumusan masalah tidak harus dimuat seluruhnya. Pilih temuan yang paling menarik dan paling baru. Satu skripsi yang datanya kaya bahkan bisa menghasilkan lebih dari satu artikel dengan fokus berbeda, asalkan tidak tumpang tindih.

3. Tulis ulang judul dan abstrak

Judul artikel harus langsung menunjukkan temuan atau fokus. Abstrak ditulis ulang dari nol dengan pola: latar masalah singkat, tujuan, metode, hasil utama, dan implikasi.

4. Padatkan Bab 1 dan Bab 2 menjadi pendahuluan

Latar belakang yang berhalaman-halaman dipadatkan menjadi beberapa paragraf. Gabungkan teori dan penelitian terdahulu yang paling relevan untuk menunjukkan research gap. Akhiri pendahuluan dengan tujuan penelitian dan kebaruannya.

5. Ringkas metode

Hapus penjelasan definisi metode yang umum dibahas di buku teks. Pertahankan informasi yang dibutuhkan pembaca untuk mengulang penelitian: desain, sampel, instrumen, prosedur, dan teknik analisis.

6. Fokuskan hasil dan perdalam pembahasan

Tabel karakteristik responden yang panjang, output uji validitas per butir, dan uji asumsi biasanya cukup diringkas dalam satu-dua kalimat atau satu tabel. Ruang yang tersisa dipakai untuk pembahasan yang lebih tajam: bandingkan dengan penelitian terbaru, jelaskan mekanismenya, dan sebutkan implikasinya.

7. Perbarui referensi dan rapikan format

Skripsi sering memakai buku teks lama sebagai rujukan utama. Jurnal umumnya lebih menghargai rujukan dari artikel jurnal terbaru. Tambahkan referensi baru yang relevan, lalu sesuaikan gaya sitasi (APA, IEEE, Vancouver, dan lainnya) dengan aplikasi seperti Mendeley.

Kesalahan yang sering membuat naskah ditolak

  • Masih bergaya skripsi: ada kata "Bab", "skripsi ini", atau subbab manfaat penelitian.
  • Melebihi batas kata atau tidak memakai template jurnal.
  • Kebaruan tidak jelas: pendahuluan tidak menunjukkan apa yang berbeda dari penelitian sebelumnya.
  • Pembahasan dangkal: hanya mengulang angka hasil tanpa dikaitkan dengan penelitian lain.
  • Similarity tinggi terhadap repositori kampus. Skripsi yang sudah diunggah ke repositori bisa terbaca oleh perangkat cek kemiripan. Menulis ulang dengan gaya artikel sekaligus menurunkan kemiripan ini. Baca juga panduan parafrase dan sitasi.

Soal nama penulis

Di banyak kampus, dosen pembimbing lazim dicantumkan sebagai penulis pendamping karena kontribusinya dalam arahan penelitian. Aturannya berbeda antarkampus, jadi diskusikan urutan penulis dan siapa yang menjadi corresponding author sebelum naskah dikirim.

Ringkasan

Mengubah skripsi menjadi artikel jurnal berarti menulis ulang, bukan memotong. Mulai dari jurnal tujuan, pilih temuan terkuat, padatkan teori dan metode, lalu perdalam pembahasan dengan rujukan terbaru. Hasilnya adalah naskah yang lebih ringkas, lebih tajam, dan jauh lebih siap menghadapi reviewer.