Dalam skripsi kualitatif, wawancara sering menjadi sumber data utama. Karena itu kualitas wawancaramu menentukan kualitas Bab 4. Wawancara yang dangkal menghasilkan temuan dangkal, sebanyak apa pun transkripnya.

Artikel ini melengkapi cara menulis skripsi kualitatif dari nol dengan fokus pada praktik wawancara.

Jenis wawancara

  • Terstruktur: pertanyaan sama persis untuk semua informan, urutan tetap. Mudah dibandingkan, tapi kaku.
  • Semi-terstruktur: ada pedoman pertanyaan, tapi urutan dan pendalaman fleksibel. Paling umum dipakai di skripsi.
  • Tidak terstruktur (mendalam): alurnya mengikuti cerita informan, hanya dengan garis besar topik. Cocok untuk eksplorasi, tapi menuntut keterampilan.

Sebutkan jenis yang kamu pakai di Bab 3 dan alasan memilihnya.

Menyusun pedoman wawancara

Pedoman bukan skrip, tapi peta. Langkah menyusunnya:

  1. Mulai dari fokus penelitian. Turunkan tiap fokus menjadi tema atau kisi-kisi.
  2. Buat pertanyaan terbuka untuk tiap tema, dengan pendalaman (probing) cadangan.
  3. Urutkan dari ringan ke dalam: pertanyaan pembuka santai, lalu inti, lalu penutup.
  4. Uji coba pada satu orang dan perbaiki pertanyaan yang membingungkan.

Contoh tema dan pertanyaan:

Tema Pertanyaan utama Pendalaman
Pengalaman awal Bagaimana Ibu mulai menerapkan metode ini? Apa yang memicunya?
Tantangan Hambatan apa yang paling terasa? Bagaimana Ibu menghadapinya?
Dukungan Siapa yang membantu? Dalam bentuk apa?

Gaya bertanya yang baik

  • Terbuka: "Ceritakan bagaimana..." bukan "Apakah Anda setuju bahwa...".
  • Tidak menggiring: jangan menyiratkan jawaban yang kamu harapkan.
  • Satu pertanyaan sekali: jangan menumpuk beberapa pertanyaan dalam satu napas.
  • Mendengarkan aktif: tangkap hal yang menarik dan gali dengan "Bisa diceritakan lebih lanjut?" atau "Contohnya seperti apa?"
  • Memberi jeda: keheningan sering membuat informan menambah cerita.

Etika wawancara

  • Persetujuan: jelaskan tujuan, cara data dipakai, dan hak informan untuk berhenti kapan saja. Idealnya persetujuan tertulis atau terekam.
  • Kerahasiaan: gunakan nama samaran atau inisial bila diminta, dan jangan membocorkan identitas lewat detail lain.
  • Izin merekam: minta izin sebelum merekam.
  • Penyimpanan data: simpan rekaman dan transkrip dengan aman, dan jelaskan berapa lama disimpan.
  • Kepekaan: untuk topik sensitif, beri ruang bagi informan untuk tidak menjawab.

Merekam dan mencatat

Rekam audio bila diizinkan dan siapkan cadangan. Tetap catat hal non-verbal dan konteks (suasana, gangguan, hal yang menarik) dalam catatan lapangan. Catatan ini berguna saat analisis.

Membuat transkrip

Transkrip adalah salinan tertulis wawancara. Beberapa hal praktis:

  • Tentukan tingkat kerapian: transkrip verbatim (apa adanya) atau yang dirapikan. Konsisten dan sebutkan di naskah.
  • Beri kode tiap baris atau giliran bicara agar mudah dirujuk.
  • Cantumkan identitas informan (kode), tanggal, lokasi, dan durasi.
  • Transkripsi sendiri membantu kamu menyerap data, walau memakan waktu.

Simpan transkrip utuh untuk lampiran, dan di Bab 4 pakai kutipan terpilih saja.

Dari transkrip ke temuan

Setelah transkrip jadi, lakukan reduksi data: beri kode, kelompokkan menjadi tema, dan tafsirkan. Prosesnya dijelaskan di analisis data kualitatif model Miles dan Huberman. Keabsahan datanya dijaga lewat triangulasi.

Memilih kutipan untuk Bab 4

  • Pilih kutipan yang paling kuat mewakili tema.
  • Singkat dan relevan; hindari kutipan panjang yang berputar-putar.
  • Beri keterangan siapa (kode informan) dan konteks bila perlu.
  • Jangan mengubah isi kutipan; merapikan tata bahasa ringan boleh bila dijelaskan.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Pertanyaan tertutup sehingga jawaban hanya "ya" atau "tidak".
  • Pertanyaan menggiring.
  • Wawancara terlalu singkat tanpa pendalaman.
  • Tidak punya persetujuan informan.
  • Bab 4 hanya berisi tempelan transkrip.
  • Mengarang atau mengubah isi wawancara. Ini pelanggaran etika penelitian yang serius.

FAQ

Berapa lama satu wawancara? Tidak ada angka baku. Biasanya cukup lama untuk menggali tema, tapi tidak melelahkan informan. Banyak yang memakai 30 sampai 60 menit.

Boleh wawancara lewat telepon atau video? Boleh, dan sebutkan di naskah. Pastikan izin merekam dan kualitas audionya.

Perlu tanda tangan informan? Banyak kampus meminta lembar persetujuan. Ikuti pedoman kampusmu.

Butuh teman diskusi sebelum turun lapangan?

Di pendampingan skripsi Risetin.id, kamu bisa membahas pedoman wawancara dan rencana analisismu dengan pendamping sebidang yang menguasai metode kualitatif. Kamu yang mewawancarai dan menulis; kami yang mengarahkan. Kami tidak menyentuh atau mengubah data wawancaramu.